tulisan furqon

tulisan bapaknya furqon, mamanya dan furqon sendiri

Friday, September 25, 2009

Furqon Kelas 3 SD

Sekarang Furqon sudah kelas 3 SD,  juara satu terus dari kelas 1 (sayangnya pialanya piala bergilir, jadi selalu hanya punya satu piala).

Furqon ikut sempoa dan sakamoto sekarang. Saat ditanya untuk les tambahan yang lain (bhs Inggris dan musik) jawabannya:
"Nggak ada waktu lagi",
Tanya saya: "Kenapa? emang kamu ngapain aja?"
Jawab Furqon: "Main, sama teman-teman".

Setiap pulang sekolah memang teman-teman Furqon main ke rumah, pernah mencapai 6-7 orang. Tapi saya lihat memang penting untuk melatih social skills Furqon. Ya sudah, mungkin nanti.

Tuesday, October 23, 2007

Furqon Masuk SD


Beritanya agak terlambat :-)

Tahun ini Furqon masuk SD. Kami sempat mendaftar ke sebuah SD di KPAD Gegerkalong (SD lumayan favorit), tapi dia tidak diterima disana. Furqon akhirnya masuk SD Sarijadi Selatan yang berdekatan dengan rumah. SD ini menurut saya juga bagus, juara lomba kebersihan, juara catur dan yang paling penting adalah bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Lia dan bibi pengasuhnya sempat sedih, tapi kalau saya justru senang. Dari dulu saya lebih menyukai Furqon bersekolah di tempat yang dekat (dekat = bisa jalan kaki). Lagipula SD favorit biasanya mengandalkan banyak PR dan loadnya pelajarannya terlalu tinggi. Saya lebih menyukai Furqon start santai dulu dan semakin meningkat sejalan dengan umurnya.

Saya sendiri mulai dari SD yang termasuk rendah kualitasnya (yang melanjutkan ke SMP hanya 50%), lalu meningkat ke SMP terbaik di kabupaten, SMA terbaik di Bandung, dan akhirnya di jurusan terbaik di Indonesia (berdasarkan rank. UMPTN). Lebih baik begitu daripada digeber sejak SD dan habis bahan bakar menjelang masuk perguruan tinggi hehe.

Saturday, June 23, 2007

Furqon juara III sempoa

Bulan lalu Furqon mendapat juara 3 sempoa SIP level Jawa Barat. Furqon senang sekali, dia bilang: "Akhirnya aku dapat piala". Memang sebelumnya Furqon pernah ikut lomba dan tidak menang. Kami berdua sih (bapak dan mamanya) biasa-biasa saja, karena memang tidak pernah memberikan target tertentu kepada Furqon. Prinsip kami, selama dia masih senang mau ikut lomba apa saja ya silahkan. Menang atau kalah bukan menjadi tujuan. Tapi sebenarnya tidak murni juga sih karena kalau menang dia akan diberi hadiah 40 ribu main dinosaurking hehe.


Saat lomba sempat tegang juga, soalnya saat diberi soal yang terdiri atas dua halaman, Furqon sulit untuk membalik halaman. Belum lagi sempoanya jatuh. Mamanya hampir tidak tahan untuk membantu, cuma saya tahan.. biarkan saja dia. Memang salah satu bagian tersulit dari orang tua adalah harus dapat membiarkan anaknya untuk mengalami kesulitan dan membereskannnya sendiri. Kalau tidak, sampai dewasapun dia akan terus bergantung dengan orang tuanya.

Bagaimanapun, selamat untuk Furqon. Mudah-mudahan dapat juara satu lain kali.

Friday, March 30, 2007

Dongeng: Penyerangan

Penyerangan

M. Furqon, 30 Maret 2007 (diketik oleh Ibunya)

Toa bertarung dengan Makuta. Makuta bergabung dengan pasukannya. Ketika akan menyerang dari jarak dekat, terjadi tabrakan dan mereka bergabung untuk pertama kalinya. Tiba-tiba, Toa menghilang ke sebuah pulau. Toa tidak mengetahui mereka berada di mana. Mereka berjalan mengelilingi pulau.

Ada dua rex yang menjaga hutan. Toa ingin melewati hutan itu. Rex menghadangnya. Toa bersiap-siap untuk menyerang. Dia mengeluarkan perisai. Toa lalu menembakkan api yang besar. Dan, satu rex terbakar dan mati. Rex lainnya menyerang dengan suriken, lalu loncat. Dia menggunakan pedangnya sekarang. Toanya menembakkan air, dan rex langsung mati.

Toa berjalan, lalu ia melihat seorang ninja. Toa mendatangi orang tersebut. Ninja kaget, terjadilah percakapan di antara keduanya:

Ninja: Siapa kamu ?

Toa: Saya Toa. Saya terdampar di sini.

Ninja: Baiklah, kalau begitu, saya tunjukkan jalan keluar dari tempat ini.

Toa: Terima kasih.

Lalu, mereka melewati jembatan. Dan, mereka berjalan-jalan. Keluar musuh, 2 kumbang besar, 2 rex besar, 2 rex biasa. Ninja menyerang kedua rex biasa. Rex besar menyerang dengan suriken. Ninja itu terlempar. Toa menyerang kedua kumbang dengan memukulnya sampai mati. Toa dan Ninja menyerang bersama. Toa menyerang rex besar dengan pedang api. Ninja menyerang dengan suriken. Robot singa datang menolong kedua pahlawan tersebut.

Tetapi, muncul raksasa kumbang badak, yang langsung menyeruduk robot singa. Robot singa memukul kumbang sampai terlempar ke air. Lalu, singa bergabung dengan kelompok ninja dan Toa.

Mereka lalu menaiki robot singa untuk terbang ke pulau lain. Mereka menemukan robot berwarna kuning. Ninja menaikinya dan mengendalikannya. Keluar kembali dua kumbang badak raksasa yang langsung menyeruduk robot. Robot kuning itu berhasil mengangkat kedua kumbang badak, lalu kedua kumbang tersebut dihipnotis sehingga dapat bergabung untuk digunakan sebagai senjata oleh robot kuning.

Ada markas rex, dengan bos rex di dalamnya. Tangan robot menyerang markas itu. Akhirnya markas itu hancur. Robot singa mengangkat bom dari atas dan mengenai para rex. Rex menembaki singa. Singa terjatuh.

Toa berputar membentuk angin topan sehingga rex yang lain masuk ke dalam angin topan kecuali bos rex. Keluar Kao kanguru dan memukul bos rex. Robot kuning menemukan traktor pengebor tanah. Satu kumbang tangannya dilempar ke air dan dia mengambil traktor itu.

Lalu mereka berjalan dan menemukan gunung salju. Keluarlah pasukan salju yang merupakan komando rex. Robot kuning ditembaki dan menyapu pasukan salju dengan satu kumbang yang tersisa. Dan, pasukan salju terbeku kedinginan. Pasukan salju komando keluar, berjumlah sepuluh orang. Robot dikeroyok. Robot terguncang ke depan dan ke belakang. Toa berkata, “Kita perlu yang lebih kuat daripada robot itu.” Tiba-tiba muncul penjaga gunung, makhluk salju setengah kalajengking yang baik. Dia menembaki rex. Penjaga gunung itu lalu bergabung dengan kelompok Toa. Karena hari sudah malam, mereka tidur di gunung itu.

Keesokan harinya, mereka melanjutkan perjalanan. Mereka melihat battle lab milik rex. Mereka menyamar dengan memakai seragam rex warna coklat, seolah-olah mereka telah dihipnotis. Mereka menaiki mobil dan mereka memasuki barak rex. Mereka dilatih dan malamnya, mereka menghancurkan barak sampai hancur lebur. Keesokan harinya, mereka melaporkan ada pasukan singa yang menyerang. Mereka berjaga-jaga. Diam-diam, mereka memukuli semua rex yang menjaga di gerbang. Malam harinya, mereka menghancurkan semuanya kecuali battle lab.

Jenderal rex sangat marah. Mereka memukuli para rex yang tersisa, sehingga jenderal itu tertinggal sendirian. Kelompok Toa menggunakan air untuk membuka penyamarannya. Toa bergabung dengan para robot membentuk robot baru. Ninja mengendalikan robot gabungan itu. Mereka menggunakan semua senjata menyerang jenderal, dan jenderal pun mati. Battle lab dihancurkan.

Semua suku gembira dan merayakan kemenangan dengan menari diiringi musik rock.

TAMAT.

Thursday, December 07, 2006

Kelemahan anak yang terlalu diatur orang tua

Sebelumnya saya sudah sebutkan kelebihan Furqon dibandingkan anak-anak lain.Tetapi seperti halnya segala sesuatu di dunia ini, tidak ada hal yang sempurna.

Furqon tumbuh menjadi anak yang menyenangkan bagi kami (patuh dan dapat diajak bicara), tapi ada hal yang mengkhawatirkan juga. Furqon memiliki masalah dalam kreativitas, kepemimpinan dan pengambilan inisiatif. Mungkin karena terlalu banyak diatur oleh kami.

Salah satu solusinya adalah mendorong dia mengambil keputusan sendiri. Contohnya memilih baju, memilih permainan dsb. Kata-kata dari Furqon seperti "terserah bapak/mama" harus dikurangi atau dihilangkan.

Cara yang lain adalah membiarkan Furqon lebih banyak bermain dengan teman sebaya. Saat anak-anak bermain dengan sesama, mereka menggunakan teknik sosialisasi seperti orang dewasa. Kalau diperhatikan, selain bermain mereka juga melakukan negosiasi, diskusi, sampai dengan penyelesaian perselisihan. Tapi tentunya merupakan versi sederhana dibandingkan orang dewasa. Jadi bermain dengan sebaya adalah aspek penting untuk latihan sosialisasi.

Wednesday, November 01, 2006

Belajar Menepati Janji

Ada satu hal dari Furqon yang kadang membuat kami heran sendiri. Sifat itu adalah konsistensinya terhadap janji. Pernah di suatu malam dia mendadak berkata, "Besok saya tidak mau nonton TV", dan benar saja, besoknya tidak sedetikpun dia melihat TV.

Sifat ini sebenarnya sangat menguntungkan. Saat dia mau ikut ke supermaket, bahkan toko mainan (untuk membeli hadiah ultah keponakan saya) saya dapat berkata "Furqon boleh ikut, tapi tidak beli mainan ya?". Jika dia setuju, dia akan konsisten. Walaupun dia akan mengawasi, bahkan memegang-megang mainan yang dia sukai, tapi tidak akan muncul satu katapun tentang minta dibelikan mainan tersebut. Terkadang menjadi siksaan sendiri melihat hal itu, karena kami kasihan melihat dia. Tapi sebagai orang tua kami juga harus menahan diri, jangan sampai melanggar pernjanjian.

Pernah kami membuat perjanjian saat dia ingin menonton film kartun dan kami melarangnya (karena kami merasa sudah cukup banyak dia menonton hari itu). Perjanjiannya: "Boleh menonton tapi kalau bapak/ibu bilang stop, Furqon stop ya". Dan dia memang dapat langsung berhenti seketika walaupun film masih berada ditengah-tengah.

Ini dapat terjadi karena Furqon sedari kecil tidak pernah dibohongi. Kami juga selalu menepati janji terhadapnya. Bagian yang sulit adalah membuat pengasuhnya mengikuti aturan main ini. Janji palsu seperti: "Ayo mandi, nanti kita jalan-jalan" harus dihilangkan dari kepala pengasuhnya. Caranya? Paksa si pengasuh untuk menepati janji. Setelah beberapa kali, si pengasuh akan kapok memberikan janji yang sulit ditepati.

Tuesday, October 17, 2006

Tulisan pertama mamanya furqon

Sampai hari ini, furqon masih selalu minta kami berdua meluangkan waktu untuk mendongeng. Kalau saya pergi ke kampus tidak terlalu pagi, aktivitas mendongeng sudah dilakukan sejak pagi. Setelah pulang dari kampus, furqon mendongeng lagi. Waktu yang paling ideal adalah saat mau tidur.

Kenapa kami sebut furqon mendongeng bukan bercerita ? Karena isi dongengnya adalah kombinasi semua hal yang didapat dari games, buku, film, gambar, dan lain-lain. Ceritanya bisa campur aduk. Mulai dari pahlawannya adalah robot-robot pelindung bumi, sampai petualangan mencari sesuatu.

Selain berdongeng, furqon juga senang menggambar. Furqon belum sekolah sampai dengan saat ini. Semua kemampuannya dipelajari di rumah atau di tempat les. Sudah dua kali furqon sekolah, tapi dia merasa bosan. Selain itu, dia juga tipe anak yang senang di rumah.